Sabtu, 11 Februari 2017

Rumus hambatan seri

Rumus hambatan seri




Hambatan dalam suatu rangkaian dapat dipasang secara seri, paralel, dan kombinasi keduanya. Ketika dua atau lebih hambatan dihubungkan dari ujung ke ujung seperti pada gambar di bawah ini, dikatakan hambatan dihubungkan secara seri.
Rumus Hambatan Listrik (Resistor) Seri dan Paralel serta Contoh Soalnya
Gambar: Contoh Hambatan Dihubungkan secara Seri

Muatan yang melewati R1 akan melewati R2 dan R3, sehingga arus I yang sama melewati setiap hambatan.
Itot = I1 = I2 = I3
Jika dilihat dari rangkaian, tegangan sumber akan sama dengan jumlah tegangan dalam setiap hambatan.
Vtot = V1 + V2 + V3
Berdasarkan hukum ohm maka tegangan untuk setiap hambatan adalah sebagai berikut.

V1 = IR1 ; V2 = IR2 ; V3 = IR3

Karena Vtot = V1 + V2 + V3
                   = IR1 + IR2 + IR3
                   = I(R1 + R2 + R3)
Vtot = IR pengganti
dengan Rpengganti = R1 + R2 + R3

Persamaan ini berlaku untuk sejumlah hambatan berapa pun secara seri. Sebagai contoh, jika baterai 12 V dihubungkan dengan resistor 4 Ω, arus akan menjadi 3 A.

Akan tetapi jika baterai 12 V dihubungkan dengan tiga buah resistor 4 Ω yang dirangkai seri, hambatan totalnya 12 Ω dan arus yang mengalir hanya sebesar 1 A.

Selasa, 07 Februari 2017

Pengertian hambatan listrik

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik yang mempunyai satuan Ohm dapat dirumuskan sebagai berikut:
atau
di mana V adalah tegangan dan I adalah arus listrik.

Daya hantar listrik

DAYA HANTAR LISTRIK

  1. Tujuan Percobaan
  2. Menentukan daya hantar listrik dari berbagai larutan.
  3. Menentukan pengaruh konsentrasi larutan terhadap daya hantar listrik.

  1. Dasar Teori
Larutan merupakan campuran dua zat atau lebih yang homogen. Dalam larutan ada dua jenis komponen utama, yaitu pelarut dan zat terlarut. Pelarut (solvent) adalah zat yang melarutkan zat terlarut (solut). Jumlah pelarutnya biasanya lebih banyak daripada zat terlarut.
Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan terbagi menjadi dua golongan yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah suatu zat apabila dilarutkan dalam air menghasilkan suatu larutan yang dapat mengahantarkan arus listrik. Daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya. Beberapa larutan elektrolit dapat menghantarkan aruslistrik dengan baik meskipun konsentrasinya lemah, larutan ini disebut larutanelektrolit kuat.
Salah satu penyebab larutan ektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang baik karena zat terlarut akan terurai sempurna (derajat ionisasi = 1) menjadi ion-ion. Sedangkan larutan elektrolit yang mempunyai daya hantar lemah meskipun konsentrasinya tinggi disebut dengan larutan elektrolit lemah. Larutan elektrolit lemah tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan baik disebabkan karena zat terlarut akan terurai sebagian (derajat ionisasi <1) menjadi ion-ion.
Arus listrik dapat ditafsirkan sebagai arus elektron yang membawa muatan negatif melewati penghantar. Perpindahan muatan ini dapat terjadi bila terdapat beda potensial antara satu tempat terhadap tempat lain, dan arus listrik akan mengalir dari tempat yang memiliki potensial tinggi ke tempat yang berpotensial rendah.

Bunyi hukum ohm

bunyi dari Hukum Ohm adalah :
“Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :
V = I x R
I = V / R
R = V / I
Dimana :
V = Voltage (Beda Potensial atau Tegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V))
I = Current (Arus Listrik yang satuan unitnya adalah Ampere (A))
R = Resistance (Hambatan atau Resistansi yang satuan unitnya adalah Ohm (Ω))

Rumus hukum ohm


Rumus Hukum Ohm :
Pengertian  dan Rumus Hukum Ohm Serta Contohnya 1
dengan :

R = Hambatan Listrik (Ω)
V = Tegangan Listrik (V)
I = Kuat Arus Listrik (A)

Contoh Soal Hukum Ohm :

1. Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan Output Tegangan 10V, kemudian atur nilai Potensiometer ke 1 kiloOhm. Berapakah nilai Arus Listrik (I)?

V = 10 V
R = 1 KiloOhm = 1000 Ω

Jawab :

I = V / R
I = 10 / 1000
I = 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere

2. Jika di nilai Tegangan di Voltmeter (V) adalah 12V dan nilai Arus Listrik (I) di Amperemeter adalah 0.5A. Berapakah nilai Resistansi pada Potensiometer ?

V = 12 V
I = 0,5 A

Jawab :

R = V / I
R = 12 /0.5
R = 24 Ohm

3. Atur nilai resistansi atau hambatan (R) Potensiometer ke 500 Ohm, kemudian atur DC Generator (Power supply) hingga mendapatkan Arus Listrik (I) 10mA. Berapakah Tegangannya (V) ?

I = 10 mA = 0,01 A
R = 500

Jawab :

V = I x R
V = 0.01 x 500
V = 5 Volt

Senin, 06 Februari 2017

Pengertian hukum ohm

Pengertian hukum ohm

Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensialyang diterapkan kepadanya.[1][2] Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinyatidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya.[1] Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.[1]
Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:[3][4]
Di mana :
  •  adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuanAmpere.
  •  adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt.
  •  adalah nilai hambatan listrik(resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.
Hukum ini dicetuskan oleh George Simon Ohm, seorang fisikawan dariJerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun1827[5]

Mengukur kuat arus listrik

Mengukur kuat arus listrik

Amperemeter ada yang mempunyai batas ukur dan skala terbatas. Misalnya sebuah amperemeter batas ukurnya 5A dengan skala 1–10. Jika saat digunakan jarum menunjukkan angka 4 pada skala, besar kuat arus listrik yang terukur adalah sebagai berikut.



kuat arus/batas ukur = skala yang ditunjuk/skala maksimum
kuat arus/5A = 4/10
sehingga kuat arus = (10/4) × 5A = 2A. Dengan demikian, arus listrik yang terukur sebesar 2 A