Kamis, 16 Februari 2017

Contoh soal hukum kirchoff 2

Contoh Soal Hukum Kirchhoffcontoh perhitungan Hukum Kirchhoff 1 dan 2

Perhatikan rangkaian diatas, nilai-nilai Resistor yang terdapat di rangkaian adalah sebagai berikut :
R1 = 10Ω
R2 = 20Ω
R3 = 40Ω
V1 = 10V
V2 = 20V
Berakah arus yang melewati resistor R3 ?
Penyelesaian :
Di dalam rangkaian tersebut, terdapat 3 percabangan, 2 titik, dan 2 loop bebas (independent).
Gunakan Hukum Kirchhoff I (Hukum Arus Kirchhoff) untuk persamaan pada titik A dan titik B
Titik A :    I1 + I2 = I3
Titik B :    I3 = I1 + I2
Gunakan Hukum Kirchhoff II (Hukum Tegangan Kirchhoff) untuk Loop 1, Loop 2 dan Loop 3.
Loop 1  :    10 = R1 x I1 + R3 x I3 = 10I1 + 40I3
Loop 2  :    20 = R2 x I2 + R3 x I3 = 20I2 + 40I3
Loop 3  :    10 – 20 = 10I1 – 20I2
Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa I3 adalah hasil dari penjumlahan I1 dan I2, maka persamaannya dapat kita buat seperti dibawah ini :
Persamaan 1 :    10 = 10I1 + 40(I1 + I2)  =  50I1 + 40I2
Persamaan 2 :    20 = 20I2 + 40(I1 + I2)  =  40I1 + 60I2
Jadi saat ini kita memiliki 2 persamaan, dari persamaan tersebut kita mendapatkan nilai I1 dan I2 sebagai berikut :
I1 = -0.143 Ampere
I2 = +0.429 Ampere
Seperti yang diketahui bahwa I3 = I1 + I2
Maka arus listrik yang mengalir pada R3adalah -0.143 + 0.429 = 0.286 AmpereSedangkan Tegangan yang melewati R3adalah 0.286 x 40 = 11.44 Volt
Tanda Negatif (-) pada arus I1 menandakanarah alir arus listrik yang diasumsikan dalam rangkaian diatas adalah salah. Jadi arah alir arus listrik seharusnya menuju ke V1, sehingga V2 (20V) melakukan pengisian arus (charging) terhadap V1.

Pengertian hukum kirchoff 2

Pengertian dan Bunyi Hukum Kirchhoff 2

Hukum Kirchhoff 2 merupakan Hukum Kirchhoff yang digunakan untuk menganalisis  tegangan (beda potensial) komponen-komponen elektronika pada suatu rangkaian tertutup. Hukum Kirchhoff 2 ini juga dikenal dengan sebutan Hukum Tegangan Kirchhoff atauKirchhoff’s Voltage Law (KVL).
Bunyi Hukum Kirchhoff 2 adalah sebagai berikut :
“Total Tegangan (beda potensial) pada suatu rangkaian tertutup adalah nol”
Untuk lebih jelas mengenai Bunyi Hukum Kirchhoff 2
Hukum Kirchhoff 2, silakan lihat rumus dan rangkaian sederhana dibawah ini :
Berdasarkan Rangkaian diatas, dapat dirumuskan bahwa :
Vab + Vbc + Vcd + Vda = 0

Contoh soal hukum kirchoff 1

Contoh Soal Hukum Kirchhoff 1Contoh soal Hukum Kirchhoff

Dari rangkaian diatas, diketahui bahwa
I1 = 5A
I2 = 1A
I3 = 2A
Berapakah I4 (arus yang mengalir pada AB) ?
Penyelesaian :
Dari gambar rangkaian yang diberikan diatas, belum diketahui apakah arus I4 adalah arus masuk atau keluar. Oleh karena itu, kita perlu membuat asumsi awal, misalnya kita mengasumsikan arus pada I4 adalah arus keluar.
Jadi arus yang masuk adalah :
I2 + I3 = 1 + 2 = 3A
Arus yang keluar adalah :
I1 + I4 = 5 + I4
3 = 5 + I4
I4 = 3 – 5
I4 = -2
Karena nilai yang didapatkan adalah nilai negatif, ini berbeda dengan asumsi kita sebelumnya, berarti arus I4 yang sebenarnya adalah arus masuk.

Pengertian hukum1 kirchoff

Pengertian hukum 1 kirchoff


Pengertian dan Bunyi Hukum Kirchhoff 1

Hukum Kirchhoff 1 merupakan Hukum Kirchhoff yang berkaitan dengan dengan arah arus dalam menghadapi titik percabangan. Hukum Kirchhoff 1 ini sering disebut juga dengan Hukum Arus Kirchhoff atau Kirchhoff’s Current Law (KCL).
Bunyi Hukum Kirchhoff 1 adalah sebagai berikut :
“Arus Total yang masuk melalui suatu titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan arus total yang keluar dari titik percabangan tersebut.”
Untuk lebih jelas mengenai Bunyi Hukum Kicrhhoff 1, silakan lihat rumus dan rangkaian sederhana dibawah ini :Hukum Kirchhoff 1
Berdasarkan Rangkaian diatas, dapat dirumuskan bahwa :I1 + I2 + I3 = I4 + I5 + I6

Rabu, 15 Februari 2017

Contoh soal hambatan pararel

Soal Soal Latihan Tentang Rangkaian Hambatan Listrik

Soal Soal Latihan Tentang Rangkaian Hambatan Listrik
1.   Tiga buah hambatan disusun secara seri, masing – masing nilainya 4 ohm, 3 ohm dan 5 ohm. Hambatan ini kemudian dipasang pada tegangan 120 volt. Hitunglah besarnya tegangan pada hambatan 3 ohm.
Jawab:
R1    = 4 ohm
R2    =3 ohm
R3    =5 ohm
V = 120 volt

Rtotal = 4 ohm + 3 ohm + 5 ohm = 12 ohm
V = I . R
I = V/Rtotal  = 120 /12  = 10 A

V pada R2 (bernilai 3 ohm) adalah
VR2 =  I X R2
        = 10 X 3
        = 30 volt

2.   Tiga buah hambatan dihubungkan secara paralel. Hambatan tersebut masing masing bernilai 2 ohm, 1 ohm dan 2 ohm. Jika rangkaian hambatan tersebut dihubungkan pada tegangan 12 volt, hitunglah besarnya kuat arus total dan kuat arus yang mengalir pada hambatan 1 ohm.
Jawab:
R1    = 2 ohm
R2    = 1 ohm
R3    = 2 ohm
V = 12 volt

1/Rtotal           = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
                                    = ½  + 1/1  + ½
                        = 4/2
Rtotal               = ½ ohm
Kuat arus totalnya adalah:
        V             = Itotal X Rtotal
        Itotal             = V / Rtotal             = 12/(1/2)            = 24 ampere
Kuat arus pada resistor 1 ampere adalah
        IR2           = V / R2 = 12 / 1 =12 ampere


3.       Hitunglah besar hambatan pengganti dari rangkain hambatan di bawah ini.

Soal Soal Latihan Tentang Rangkaian Hambatan Listrik


Karena rangkaian yang ujung bersifat terbuka sehingga arus tidak ada yang akan melewati resistor 7 ohm dan 14 ohm, maka kedua resistor tersebut tidak perlu dihitung sehingga rangkaian dapat diubah menjadi seperti berikut.
Soal Soal Latihan Tentang Rangkaian Hambatan Listrik

Karena  resistor 3 ohm, 2 ohm, 1 ohm, 2 ohm dan 4 ohm terhubung secara seri, maka kita dapat menghitung hambatan totalnya (dari rangkaian seri 5 buah resitor tersebut) dengan menjumlahkan sebagai berikut.
Rs            = 3 + 2 + 1 + 2 + 4 = 12 ohm
Rangkaian sekarang berubah menjadi seperti berikut.
Soal Soal Latihan Tentang Rangkaian Hambatan Listrik

Karena Rs dan resistor 6 ohm terhubung secara paralel, maka sekarang kita dapat menghitungnya dengan rumus:
1/Rp= 1/Rs + 1/6
                 = 1/12 + 1/6
                 = 3/12
Rp            = 12/3
                 = 4 ohm
Sekarang rangkaian berubah seperti gambar berikut.
Soal Soal Latihan Tentang Rangkaian Hambatan Listrik

Karena masing masing resistor sudah terhubung seri maka sekarang kita tinggal menjumlahkan ketiganya sehingga didapatkan sebagai berikut.
Rtotal = 2 ohm + 4 ohm + 3 ohm
                 = 9 ohm
Jadi hambatan total dari rangkaian di atas adalah 9 ohm

Sabtu, 11 Februari 2017

Rumus hambatan pararel

Rumus Hambatan Listrik Paralel

Cara sederhana lain untuk menghubungkan hambatan adalah paralel seperti pada gambar di bawah ini!
Rumus Hambatan Listrik (Resistor) Seri dan Paralel serta Contoh Soalnya
Gambar: Contoh Hambatan Disusun secara Paralel

Pada rangkaian paralel, arus total I yang meninggalkan baterai terbagi menjadi tiga cabang. Karena muatan listrik tetap, arus yang masuk ke dalam titik cabang harus sama dengan arus yang keluar dari titik cabang. Dengan demikian,
Itot = I1 + I2+ I3
Ketika hambatan terhubung paralel, masing-masing mengalami tegangan yang sama. Dengan demikian, tegangan sumber diberikan pada setiap hambatan.
Vtot = V1 + V2 + V3
Untuk mengetahui hambatan pengganti pada rangkaian paralel maka:

Rumus Hambatan Listrik (Resistor) Seri dan Paralel serta Contoh Soalnya

Contoh soal hambatan seri

Contoh Soal Hambatan (Resistor) Seri

Dua resistor 100 Ω dihubungkan seri ke baterai 24,0 V. Berapa arus yang mengalir melalui setiap resistor dan berapa hambatan penggantinya?

Penyelesaian:

Diketahui:
R1 = R2 = 100 Ω (seri)
V = 24,0 V

Ditanya: I1, I2, dan Rpengganti

Jawab:
Vtot = V1 + V2
        = IR1 + IR2
        = I (R1 + R2)
I       = Vtot : (R1 + R2)
   
    = 24,0 : (100+100)
        = 0,12 A

Rpengganti = R1 + R2
                 = 100 Ω + 100 Ω
                 = 200 Ω
Jadi, arus yang mengalir setiap hambatan adalah 0,12 A dengan hambatan pengganti 200 Ω.