Selasa, 29 November 2016

Cara perkembangbiakan makhluk hidup

Cara perkembangbiakan makhluk

Perkembangbiakan Manusia
Manusia berkembang biak secara kawin (generatif). Perkembangbiakan secara kawin terjadi karena ada proses penggabungan antara sel sperma dan sel telur. Sel sperma dihasilkan laki-laki dan sel telur dihasilkan perempuan. Pertumbuhan dan perkembangan manusia dimulai saat sel sperma dan sel telur bertemu lalu membentuk zigot. Zigot merupakan cikal bakal dari individu baru. Pertumbuhan dan perkembangan berlanjut hingga manusia dewasa dan akan mengalami penuaan atau tua.

Perkembangbiakan dan pertumbuhan mahluk hidup
Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia secara umum terjadi dalam dua tahap, yaitu Pertumbuhan dan perkembangan tahap pertama terjadi di dalam rahim dan pertumbuhan serta perkembangan tahap kedua terjadi di luar rahim.

Pertumbuhan dan perkembangan tahap pertama terjadi di dalam rahim

Pernahkah kamu melihat seorang ibu yang sedang hamil? Apa yang terjadi di dalam perut ibu tersebut? Berapa bulan biasanya seorang ibu hamil?

Pertumbuhan dan perkembangan manusia di dalam rahim dimulai ketika terjadi penggabungan antara sel sperma dan sel telur. Rahim hanya dimiliki perempuan. Jadi, pertumbuhan dan perkembangan pertama kali terjadi di dalam tubuh seorang ibu.

Bergabungnya sel sperma dan sel telur akan membentuk zigot. kemudian berkembang menjadi embrio (janin). Janin dalam rahim mengalami pertumbuhan dan perkembangan selama ±9 bulan sehingga terbentuk individu yang lengkap. Selama dalam rahim, janin mendapatkan makanan dari tubuh ibu melalui tali pusat (plasenta).

Perhatikan gambar berikut
Pertumbuhan janin dalam rahim, Perkembangbiakan mahluk hidup
Perkembangbiakan Manusia, Hewan, Tumbuhan dan Gambarnya


Pertumbuhan dan perkembangan tahap kedua terjadi di luar rahim

Perkembangbiakan Manusia, Hewan, Tumbuhan dan Gambarnya


Elizabeth Hurlock membagi Pertumbuhan dan perkembangan manusia di luar rahim atau setelah lahir terjadi dalam 4 tahap .
a.  Tahap orok, mulai lahir sampai usia dua minggu.
b.  Tahap bayi, mulai usia dua minggu sampai usia dua tahun.
c.  Tahap kanak-kanak, mulai usia dua tahun sampai masa pubertas (sekitar 11 tahun).
d.  Tahap remaja atau pubertas, mulai usia 11 tahun sampai 21 tahun.

Setelah tahap remaja atau pubertas, manusia mengalami tahap dewasa. Manusia terus mengalami penuaan sampai tahap manula. Pada proses penuaan, secara fisik tubuh tidak mengalami pertumbuhan lagi, namun berkurang kemampuannya.

Manusia dapat memulai proses perkembangbiakan ketika sudah dewasa. Sebelum dewasa, manusia mengalami proses menuju kedewasaan yang ditandai dengan masa pubertas. Tahapan/masa pubertas merupakan salah satu tahapan yang selalu dilalui oleh setiap manusia. Selama masa pubertas setiap manusia akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat disertai banyak perubahan. Masa pubertas dimulai pada usia 9-14 tahun, dan berakhir menjelang usia 20 tahunan dengan ditandai berhentinya pertambahan tinggi badan. Tahapan pubertas ini sangat berkaitan erat dengan kemampuan manusia untuk berkembang biak, karena dengan terjadinya perubahan fisik pada tubuh memungkinkan manusia dapat berkembang biak secara kawin.

Masa pubertas anak perempuan lebih cepat dibandingkan dengan anak laki-laki. Perubahan yang jelas terlihat pada perubahan fisiknya yang mengiringi perubahan utama yang terjadi dalam tubuh. Perubahan tersebut dikendalikan oleh hormon kelamin.

Ciri-ciri perubahan perempuan pada masa pubertas
1. Tumbuhnya rambut halus di ketiak
dan alat kelamin dan alat kelamin
2. Suara jadi melengking
3. Payudara membesar
4. Panggul membesar

Kematangan perkembangan alat kelamin pada perempuan, ditandai dengan terjadinya menstruasi. Menstruasi adalah keluarnya sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium) yang tidak dibuahi bersama lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah

Ciri-ciri perubahan laki-laki pada masa pubertas
1. Tumbuhnya rambut halus di ketiak
2. Suara jadi membesar
3. Tumbuh Jakun
4. Tumbuh kumis, jambang dan janggut

Pubertas pada anak laki-laki ditandai dengan dihasilkannya sel sperma (sel kelamin jantan) oleh alat kelamin laki-laki yang disebut testis. Jutaan sperma dihasilkan setiap hari oleh seorang laki-laki. Sehingga apabila testis telah penuh, kemungkinan sperma keluar dengan sendirinya melalui mimpi, yang dikenal dengan mimpi basah.


Setelah usia 40 tahun tubuh kita akan menua dengan cepat. Masa ini disebut lanjut usia. Masa lanjut usia ditandai dengan kulit menjadi berkerut, tulang-tulang makin rapuh, otot makin lemah, rambut menipis, dan memutih. Pada akhirnya fungsi organ dalam tubuh berhenti dan suatu saat seseorang meninggal.

Sumber:jasapengetikacibinong.blogspot.com

Perkembangbiakan makhluk hidup

Perkembangbiakan makhluk hidup


1.peranan perkembangbiakan
   peranan perkembangbiakan pada makhluk hidup adalah untuk menjaga kelestarian suatu jenis species agar tidak punah.
   faktor-faktor yang menyebabkan hewan dan tumbuhan mengalami kepunahan antara lain:
daya regenerasi yang rendah,terdesak oleh populasi lain(kalah bersaing)bencana alam dan ada juga karena gangguan manusia.
2.cara perkembangbiakan
   makhluk hidup berkembang biak dengan berbagai cara, perkembangbiakan makhluk hidup dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
a.)perkembangbiakan vegetatif atau disebut perkembangbiakan secara tak kawin adalah perkembangbiakan yang tidak di awali adanya pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina,contoh:tumbuhan kentang yang berkembang biak dengan umbinya.
b.)perkembangbiakan generatif atau disebut perkembangbiakan secara kawin adalah peristiwa terbentuknya individu baru yang didahului oleh pembuahan.

Sumber: fatmawatiningsih.blogspot.com

Seleksi alam

Seleksi alam


Seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi adalah teori bahwamakhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya lama kelamaan akan punah. Yang tertinggal hanyalah mereka yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dan sesama makhluk hidup akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya.
Contoh seleksi alam misalnya yang terjadi pada ngengat biston betularia. Ngengat biston betularia putih sebelum terjadinya revolusi industrijumlahnya lebih banyak daripada ngengat biston betularia hitam. Namun setelah terjadinya revolusi industri, jumlah ngengat biston betularia putih lebih sedikit daripada ngengat biston betularia hitam. Ini terjadi karena ketidakmampuan ngengat biston betularia putih untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Pada saat sebelum terjadinya revolusi di Inggris, udara di Inggris masih bebas dari asap industri, sehingga populasi ngengat biston betularia hitam menurun karena tidak dapat beradaptsi dengan lingkungannya. namun setelah revolusi industri, udara di Inggris menjadi gelap oleh asap dan debu industri, sehingga populasi ngengat biston betularia putih menurun karena tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, akibatnya mudah ditangkap oleh pemangsanya.

Sumber:https://.id.m.wikipedia.org

Contoh - contoh adaptasi

Contoh - contoh adaptasi

Contoh adaptasi ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu contoh adaptasi morfologi, contoh adaptasi fisiologi dan contoh adaptasi tingkah laku.

A. Contoh adaptasi morfologi

Contoh adaptasi morfologi pada makhluk hidup darat :

1) Tumbuhan xerofit seperti kaktus memiliki batang yang tebal untuk menyimpan air, memiliki daun yang berduri yang berfungsi untuk mengurangi penguapan, dan memiliki akar yang panjang dan menyebar agar lebih mudah mencari air. Hal ini dilakukan karena habitatnya yang gersang dan tandus.
2) Kelinci gurun mempunya telinga yang besar untuk mendinginkan tubuhnya. Karena pada saat darah kelinci tersebut mengalir melewati telinga maka darah akan melepaskan panas keselilingnya.
3) Katak gurun memiliki kaki bertanduk yang berguna untuk menggali lubang hingga 3 meter. Lubang ini digunakan untuk melindungi dirinya dari panas terik gurun.

B. Contoh adaptasi Fisiologi

contoh adaptasi fisiologi antara lain :

1) Saat berada di daerah yang tinggi seperti dipuncak gunung manusia memproduksi butir darah merah lebih banyak agar lebih banyak mengikat oksigen. Sebab di dataran tinggi tekanan atmosfirnya lebih kecil daripada didataran rendah sehingga hanya sedikit oksigen yang bisa masuk ketubuh kita.
2) Ikan yang hidup di air asin lebih pekat mengeluarkan urin daripada ika yang hidup di air tawar. Ikan yang hidup diair asin mengeluarkan urin yang lebih pekat agar jumlah garam ditubuh ikan tersebut tidak berlebihan.

C. Contoh Adaptasi Tingkah Laku

Contoh adaptasi tingkah laku :

1) Bunglon mengubah warna tubuhnya sesuai dengan lingkungannya adar lebih mudah mendapatkan mangsanya.
2) Ikan paus dan lumba-lumba secara berkala muncul kepermukaan air untuk bernafas. Karena Paus dan Lumba-lumba merupakan hewan mamalia yang bernafas dengan paru-paru.
3) Rayap yang kulitnya mengelupas maka akan dimakan kembali oleh rayap tersebut. Hal ini dilakukan karena didalam kulit rayap tersebut ada usus rayap yang ikut mengelupas dan usus tersebut memiliki flagelata yang menghasilkan enzim selulase yang dapat mencernakan kayu. Selain itu juga, rayap muda menjilati dubur rayao dewasa dengan tujuan mendapatkan enzim selulase untuk mencernakan kayu.

Adaptasi makhluk hidup

Adaptasi makhluk hidup


Pengertian adaptasi adalah cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup dimana mereka tinggal. Adaptasi ini diperlukan oleh makhluk hidup dibumi, karena setiap lingkungan dibumi memiliki karakteristik sendiri. Misalkan dikutub suhunya sangat dingin serta banyak terdapat air sedangkan sebaliknya di daerah gurun suhunya panas, gersang, dan sulit untuk mendapatkan air. 

Oleh karena itu ditempat tersebut makhluk hidupnya memiliki bentuk dan karakteristik berbeda untuk menyeseuaikan diri dengan lingkungannya. Seperti, Beruang kutub memiliki bulu yang lebat untuk melindungi tubuhnya dari suhu dingin dan di gurun unta memiliki punuk atau bagian yang menonjol di punggungnya sebagai penyimpan cadangan air karena digurun sulit untuk mendapatkan air.

Lingkungan tempat makhluk hidup berkembang biak disebut dengan habitat. Pada umumnya, makhluk hidup yang sudah beradaptasi dilingkungan tertentu sulit untuk beradaptasi ditempat lain. Kecuali manusia, karena manusia memliki otak dan pikiran sebagai alat untuk beradaptasi dengan berbagai lingkungan yang ada. Otak dan pikiran ini digunakan untuk menyesuaikan lingkungan dengan kemauannya. Misalkan, dikutub itu dingin maka ia membuat rumah yang berbentuk seperti kubah karena dengan bentuk seperti itu maka suhu didalamnya akan lebih hangat.


Macam-Macam Adaptasi




Adaptasi terdiri dari tiga macam, antara lain :

A. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup atau alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Pada adaptasi ini biasanya bentuk penyesuaian bentuk tubuhnya seperti pada bentuk paruh, bentuk kaki, maupun bentuk seluruh tubuh secara keseluruhan. 

Adaptasi pada bentuk tubuh ini berfungsi untuk menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan cara ia mendapatkan makanan dan menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan bagaimana ia tinggal di tempat tersebut.

B. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi Fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat tubuh suatu makhluk hidup terhadap keadaan lingkungannya. Adaptasi ini tidak dapat dilihat langsung oleh mata. Karena pada adaptasi fisiologi menyangkut tentang fungsi organ-organ bagian dalam tubuh makhluk hidup dengan lingkungannya. Seperti fungsi jantung manusia untuk beradaptasi dengan daerah tinggi.

C. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku adalah cara makhluk hiduo beradaptasi dengan lingkungannya dalam bentuk tingkah laku. Adaptasi tingkah laku ini berhubungan dengan tindakan makhluk hidup untuk beradaptasi atau melindungi diri dari pemangsa. Selain itu juga adaptasi tingkah laku berhubungan dengan kebiasaan makhluk hidup untuk beradaptasi dan mempertahankan hidupnya disuatu lingkungan.

Kelainan pada lidah

Kelainan pada lidah


1. Penyakit Pada Lidah - Kanker lidah
Penyakit pada lidah nan pertama ialah kanker lidah. Kanker lidah merupakan suatu neoplasma (pertumbuhan jaringan baru nan tak normal) malignat nan muncul dari jaringan epitel mukosa lidah. Penyakit kanker lidah sering menjangkiti para perokok. Penyebab primer nan menimbulkan kanker lidah ialah tembakau dan alkohol. Namun, ada juga hal lain nan memicunya seperti sporadis merawat kebersihan mulut, pemakaian gigi palsu nan tak sesuai, serta radang kronis.


2. Penyakit Pada Lidah - Sariawan
Sariawan atau oral candidosis terjadi sebab adanya infeksi jamur candida albicans pada membran berlendir mulut. Sariawan ditandai dengan munculnya homogen luka berupa kumpulan lapisan berwarna putih pada dinding mulut dalam disertai radang berwarna merah pada mukosa mulut. Jika tak diobati, luka akan melebar dan membesar serta menimbulkan perih di mulut. Meskipun tergolong penyakit pada lidah nan sederhana, sariawan ini akan cukup mengganggu aktivitas nan dijalankan oleh lidah Anda.


3. Penyakit Pada Lidah - Geographic tongue
Geographic tongue merupakan peradangan pada lidah nan biasanya bersifat kronis dan terjadi jika ada gangguan pada saluran cerna. Penyakit pada lidah ini dinamakan geographic tounge sebab bercak pada lidah tampak seperti pulau-pulau. Bagian pulau itu berwarna merah dan lebih licin. Pada kondisi lebih nan lebih parah, daerah berbentuk pulau akan dikelilingi lapisan tebal berwarna putih. Penyakit pada lidah ini dapat terjadi dampak alergi.


4. Penyakit Pada Lidah - Peradangan pada lidah (Atrophic glossitis)
Atrophic glossitis ialah suatu penyakit pada lidah nan ditandai dengan kondisi lidah nan kehilangan rasa sebab degenerasi ujung papil (bagian menonjol pada selaput nan berlendir di bagian atas lidah).

Penderita nan mengalami penyakit pada lidah ini, lidahnya akan tampak licin dan mengkilat, baik seluruh bagian lidah maupun hanya sebagian. Penyakit ini sering kali timbul dampak kekurangan zat besi. Oleh sebab itu, penyakit pada lidah ini banyak ditemukan pada penderita anemia.


5. Penyakit Pada Lidah - Fissured tongue
Fissured tongue atau lidah retak-retak merupakan penyakit pada lidah nan membuat lidah tampak seperti terbelah atau retak-retak. Garis retakan nan muncul jumlahnya kadang hanya satu dan berada di tengah lidah. Namun dapat juga bercabang-cabang. Kondisi ini tak terlalu membahayakan, tapi sewaktu-waktu bisa menimbulkan perih dan nyeri di lidah.


6. Penyakit Pada Lidah - Lidah berselaput (Coated tongue)
Penyakit pada lidah ini merupakan kondisi klinis pada dorsum lidah tampak tertutup oleh suatu lapisan nan umumnya berwarna putih atau mengikuti rona dari jenis makanan atau minuman nan dikonsumsi. Selaput lidah ini dapat terjadi pada orang nan mengalami penyakit kronis dan sistemik, dehidrasi, dan penyakit infeksi.


7. Penyakit Pada Lidah - Glossopyrosis
Jika seseorang menderita penyakit pada lidah nan satu ini, lidah mereka akan terasa perih dan terbakar, namun tak ditemukan gejala apa pun dalam pemeriksaannya. Penggunaan obat kumur dalam jangka nan sering, ditambah jika cairan obat kumur tersebut masih sangat pekat, dapat menimbulkan glossopyrosis pada lidah.

Sumber: www.binasyifa.com

Indra pengecap

Indra pengecap

Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah merupakan massa jaringanpengikat dsan otot lurik yang diliputi oleh membran mukosa
Membran mukosa melekat erat pada otot karena jaringan penyambung lamina propia menembus ke dalam ruang-ruang antar berkas-berkas otot.

Pada bagian bawah lidah membran mukosanya halus. Lidah juga merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagianposterior rongga mulut (cavum oris) dekat dengan katup epiglotis yang menuju ke laryng.

Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah ditempat yang berbeda-beda.
Bagian-bagian (anatomi) dari indra pengecap (lidah)

Ada lebih dari 10.000 tunas pengecap pada lidah manusia, sel-sel ini tumbuh seminggu setelah itu digantikan oleh sel-sel yang baru. Sel-sel reseptor (tunas pengecap) terdapat pada tonjolan-tonjolan kecil pada permukaan lidah (papila). Sel-sel inilah yang bisa membedakan rasa manis asam, pahit dan asin.
Sebagian besar, lidah tersusun atasotot rangka yang terlekat pada tulang hyoideustulang rahang bawah danprocessus styloideus di tulang pelipis. Terdapat dua jenis otot pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik.
Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila. Terdapat tiga jenis papila yaitu:
  1. papila filiformis (fili=benang); berbentuk seperti benang halus;
  2. papila sirkumvalata (sirkum=bulat); berbentuk bulat, tersusun seperti huruf V di belakang lidah;
  3. papila fungiformis (fungi=jamur); berbentuk seperti jamur.
Terdapat satu jenis papila yang tidak terdapat pada manusia, yakni papila folliata pada hewan pengerat.
Tunas pengecap adalah bagian pengecap yang ada di pinggir papila, terdiri dari dua sel yaitu sel penyokong dan sel pengecap. Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor, sedangkan sel penyokong berfungsi untuk menopang.
  • Rasa manis dapat di rasakan oleh indra pengecap yang terletak di bagian depan lidah
  • Rasa Asin dirasakan pada sepanjang bagian isi depan lidah
  • Rasa asam di rasakan di sepanjang sisi bagian belakang lidah
  • Rasa pahit di kecap pada bagian belakang lidah